Tragedi Andromeda

Pada awalnya hidup gw di akhir November kemarin bahagia.. Andromeda ditangan kananku, Blackbriar ditangan kiriku (walau cuma dipinjemin kantor :(). Ehhh,, baru seminggu hidup bahagia, si Andromeda ngambek. Dia gak mau nge-charge.

Tapi emang si Andromeda ini kalo dipikir2 kasian juga, dimasukin sana – dimasukin sini. Gonta ganti chargeran mulu, setelah chargeran bawaannya ilang di kantor. Dan tragedi malam sabtu itu pun terjadi. Chargeran BB yang ada dirumah, entah kenapa penutup jack-port (ga enak banget kedengerannya) lepas (nah loh). Gw gak tau kenapa bisa gitu. Gw Tanya si Aldo, dia cuma ngeliatin gw doang. Diam seribu bahasa (tapi klo dia tiba-tiba jawab serem juga..). Gw mulai berpkir, Apa mungkin ga sengaja kedudukan gw ya? Tapi masa iya gitu gw duduk dimeja.. -_-

Hoaahh.. Setelah memikirkan segala kemungkinan dan ga ketemu jawabannya, gw coba untuk memasukan jack-port yang tanpa penutup itu ke lubang jack si Andromeda. Gw pegang pake kuku tuh si kumpulan kabel-merah-biru-silver, pelan pelan gw masukin ke lubang charger si Andromeda.

Nyala. Horreeeee... Baru mau party, tiba2 kabel yang warna merah copot dengan begitu gemulainya. Clek. Hening. Layar Andromeda pun menjadi gelap. Gw nelen ludah. Gw menatap penuh harap ke Andromeda, Dia tetap gelap. Gw coba goyang2in si kabel merah. Tetep Gelap. Lalu gw menatap penuh harap ke Aldo. Aldo melengos. Kampret.

Haduuu kenapa disaat genting gini sih matinya. Mana besok mau ke Bandung. Tiba – tiba gw langsung keingetan BB kantor. Gw cari di tas. Pas gw cek, ternyata Battery Low. Bagooosssss.

Besoknya pagi2 gw udah cabut ke cipinang. Sesuai perjanjian kumpul di rumah Mbok jam setengah 8 pagi. Dan ternyata bocahnya baru bangun tidur. Thank you. Alih – alih masuk ke kamarnya buat menye2 ke si Mbok, Gw malah langsung cari chargeran BB nya si Mbok.

Gw rogoh tas buat ambil si Andromeda, gw coba nge-charge. Diam. Lama. Ga nyala. (Mati gw) Apa yang salah ya? Ternyata colokannya belom di klik on. Hahaaha.. Sepede. -__-. Tapi, setelah gw klik on ternyata si Andromeda tetap gak nyala. Mulai panik lagi. Jidat mulai kerut2. Gw copot dan gw colok lagi. tetep gak nyala. Mulai keringet dingin. Gw coba colok ke BB kantor. Nyala (Mampus gw). Tambah pengen pipis. Gw coba lagi colok ke si Andromeda, gelap. gw tunggu beberapa saat, Andromeda tetep gelap. Terus gw coba colok lagi ke si BB kantor. Nyala.

Oke. Hari ini fix si Andromeda sakit. *nangis*

(ps : sebisa mungkin jangan gonta-ganti charger asing. karena ada beberapa jack-port yang walaupun bentuknya sama tapi ternyata amperenya berbeda. Itu yang bikin drop si jack-portnya.)

Tiempo

Waktu berlari lebih dulu dari langkah. Tak terkejar. Betapa banyak mimpi yang menguap. Betapa besar kuasanya Sang Pencipta. Semua hal terjadi sangat cepat. Indra pun mati rasa.

Manusia lain melihat waktu mereka telah terhenti. Atau, apakah mereka yang mendahului waktu? Entahlah, Saya hanya percaya saat ini mereka telah sampai di tempat yang baik. Bersama.

Terima kasih untuk Rectoverso-nya Dee yang selalu menguatkan bahwa, if everything has been written down, so why worry. Walaupun ternyata hidup tidak sesederhana itu.

Their Presence still lingers here (appoint the heart), and it won't leave me alone.:)

Superangel



untuk setiap darah yang mengalir ditubuh
untuk setiap nafas yang terhirup
dan untuk separuh jiwa yang tertinggal
tunggu aku..
sampai bisa bersatu dengan dimensi mu.

Surat lepas

Dear Tuhan,

Apakah dia sudah sampai disana? Tolong jaga dia., berikan dia tempat yang terbaik.

Berikan dia ketenangan dan kedamaian dalam menunggu. Sampai nanti waktunya aku tiba disana. Berkumpul kembali dengannya di tempat-Mu.

pernah dia bilang kalau aku adalah belahan jiwanya. dan sekarang kenangan tentang dia adalah jiwaku. hati ini penuh. penuh dengan kerinduan untuknya. kami pasti akan bertemu kembali.

sampai saat itu tiba, aku mohon berikan dia kasih sayang-Mu yang tak terkira. karena dia telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik disini.

salam sayang dan rindu sekali untuknya. selamat beristirahat untuknya di tempat yang terindah.

NB : Dia suka sekali coklat, air es dan durian.

Best Regards,

Putri Gianti


(If I could get another chance
Another walk, another dance with her
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my mother again)

Supernova Akar

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam samudera terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat tak bernama namun terasa ada

Ajarkan aku,
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa harus surut
Bangun dari ilusi tanpa harus pergi

Tunggu aku,
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu

(by: Dee)

(satu fiksi yang dapat membuka pikiran, melembutkan hati, dan terasa dekat dengan samsara)

25082010

sudah, tidak apa
cukup begini saja
hapus sedih mu
semua akan baik - baik saja

cukup genggam tanganku
dan bisikan padaku kata - kata kasih
maka aku akan bersinar untukmu
karena gelap ini hanya akan membuatku lebih terang
ya, semua itu untuk dunia kita

untitle 1

whoaa,, sudah lebih dr 5 bulan sepertinya saya tidak posting,, melihat blog temen2 yg cukup aktif dan ada beberapa new comers juga, membuat saya bergairah lagi untuk meng-go-blog ria,,


oke, kita mau bahas apa ya?? hemm,, piala dunia udah lewat, rekening gendut udah basi, century apa lagi(kasian pansus buang2 waktu untung di bayar), keong racun yah lumayan lah bisa jd TT di twitter. btw ngomongin TT di twitter, kok sepertinya akhir2 ini sering bgt Number one TTnya jebolan Indonesia ya,, mulai dr peterporn, nazril irham, Bondan Prakoso (sempet diatas Nelson mandela, bingung mau seneng apa malu) dan yg lagi hot bgt sekarang keong racun (padahal udah lama juga di kaskus, twitter agak lambat). nah, disini uniknya dengan penduduk Indo yang menurut bang Oma lebih dr 200juta, sepertinya jari - jari mereka sangat aktif mentwit nama2 itu, dan dapat kita lihat pula bahwa interest dari orang kita adalah dunia hiburan,, entah karena bosan dengan isu2 pemerintah, entah karena memang benar benar benar tidak peduli..


Poor Indonesia, itu yg bisa saya katakan. diantara pembahasan - pembahasan ketatanegaraan yg cukup crucial, korupsi, Kasus Tama, Tempo dan konspirasi2 aneh, malah topik2 seperti peterporn - keong racun yang menjadi fokus dari masyarakat Indo. tidak ada yang bisa disalahkan, hanya semoga saja interest masyarakat terhadap dunia hiburan bukan sekedar pengalihan isu yang dilakukan "pihak - pihak" tertentu. saya kembali mengingatkan untuk pembaca blog ini, jangan sampai yang dikatakan Pramoedya A. Toer terjadi "kau tidak kenal bangsamu sendiri".

Ujung Genteng

Ujung Genteng. Sebuah wilayah paling selatan dari kabupaten Sukabumi Propinsi Jawa Barat. Menurut cerita masyarakat sekitar dahulu daerah ini dinamakan Ujung genting karena terlihat dari bentuknya yang cukup “genting” di perbatasan antara daratan dan samudera lepas (hindia).



25-26 Desember 2009 yang lalu merupakan kali ke tiga saya menyambangi tempat tersebut. tidak pernah bosan saya menikmati wilayah ujung genteng yang menawarkan spot spot pantai dengan keseksian tersendiri. Ya, dengan satu garis pantai di wilayah ujung genteng, anda akan disuguhkan bermacam pesona pantai yang memiliki keunikan tersendiri. Berikut beberapa pantai yang ada di wilayah Ujung genteng.
Pantai Cibuaya


Pantai ini memiliki ombak yang sangat tenang. Pantai cibuaya menyuguhkan air bening dengan gradasi hijau muda kebiruan yang bersanding dengan pasir krem kecoklatan yang terbentuk dari pecahan kerang. Disini dengan mudah kita akan menemukan rumah atau cangkang dari bermacam kerang dan keong. Saya sarankan anda membawa baju ganti jika ingin ke pantai ini, karena air jernih pantai cibuaya sangat menggiurkan untuk dimainkan. Entah itu hanya sekedar berendam ataupun berenang. karena ada beberapa spot di pantai cibuaya yang memiliki kontur yang mirip kolam renang berdindingkan karang lembut ber-alga. jadi tangan kita tidak akan sakit ketika menyentuh karang tersebut. Disini juga tersedia toilet umum untuk membilas tubuh dan berganti pakaian. Oia, pantai ini juga diambil dari nama sungai yang mengalir ke muara pantai tersebut. cibuaya.

Pantai Pangumbahan & Penangkaran Penyu Hijau





Pantai pangumbahan ini terletak sesudah pantai cibuaya. Pantai ini memilki pasir yang sangat lembut berwarna krem kecoklatan dan ombak yang cukup besar. Tak jarang para wisatawan asing terlihat sedang berolahraga surfing di beberapa spot pantai ini. pasir yang lembut pun sepertinya menjadi pilihan bagi para penyu hijau untuk bertelur di sekitar tempat ini. Dengan Rp. 5000 perorang kita sudah bisa melihat induk penyu hijau ini bertelur (melihat proses penyu bertelur).

Muara Cipanarikan


Nah, keunikan spot pantai disini, aliran sungai yang menuju muara tidak lurus namun membelok sehingga membuat lengkungan indah dan memperlihatkan sebuah tanjung pasir tumpul buatan alam yang terapit air laut yang jernih.

Ombak Tujuh
untuk foto- foto klik disini (http://sports.webshots.com/album/566807416RgIFKB)
Sebuah pantai yang memilki ombak yang berurutan tujuh dalam satu waktu. Tempat ini menjadi favorit para peselancar asing. untuk mencapai tempat ini dengan melalui jalur laut alias menyebrang dengan perahu. Sensasi yang sangat memacu adrenalin ketika berada diatas perahu pada saat air laut memainkan ombak tujuhnya.

Reruntuhan Dermaga Belanda


Pemandangan disini cukup eksotis dengan reruntuhan dermaga yang kontras dengan laut lepas.Hal ini juga menambah sejarah kita bahwa penjajahan pada masa Belanda pun dulu sempat menjangkau wilayah ini.

Tempat Pelelangan Ikan

Menyambangi laut, menjadi kurang rasanya jika tidak dibarengi dengan menyantap makanan khas laut. Ditempat ini kita bisa menemukan berbagai macam jenis tangkapan laut yang masih segar. Jangan ragu untuk menawar.

Cagar alam


Di wilayah ujung genteng ini juga terdapat hutan cagar alam dan liar. Harus berhati – hati juga karena hutan ini merupakan rumah dari nyamuk penyebab malaria. Jadi untuk menjaga, sebaiknya anda menyiapkan pil kina atau meminum pil kina sebelum bertandang ke wilayah Ujung genteng.

Oke. Tempat - tempat diatas adalah tempat wisata yang berada dalam wilayah ujung genteng. Selanjutnya saya akan membahas beberapa tempat wisata yang dekat dengan ujung genteng dan mudah untuk dicapai.

Tanah Lot Amanda Ratu


Tempat ini merupakan kawasan villa, namun pengunjung luar juga dapat masuk dan menikmati keindahan sentuhan alam pantai di tempat ini. ya, mini tanah lot dan muara sungai.

Pantai Minajaya


Keluar dari Ujung genteng, ketika kita menuju kecamatan surade kita akan diperlihatkan papan penunjuk jalan menuju Pantai Minajaya di sebelah kanan. Pantai minajaya ini tergolong sepi. Pantai ini memilki pasir halus kecoklatan dan berair jernih. Ombak yang cukup besar pecah ditengah sebelum menuju bibir pantai. Pantai ini seringkali surut sehingga memperlihatkan karang-karang yang cukup tajam karena tidak terlindung alga.

Curug Cikaso

Air dari sungai cikaso yang berwarna kehijauan tumpah di bukit ini. terdapat tiga air terjun yang berdampingan di tempat ini. ketika musim hujan, debit air terjun sangat deras, sehingga kita tidak bisa bermain air di kolam hijaunya. Namun, saat musim kemarau, debit air kecil dan kolam hijau pun aman untuk direnangi (tentu saja oleh yang bisa berenang). Untuk mencapai tempat ini cukup unik karena harus menyusuri sungai terdahulu dalam beberapa menit. Tidak ada tanjakan cinta seperti ketika kita ingin melihat air terjun di daerah pegunungan. Intinya mencapai tempat ini sangat mudah. menuju tempat ini akan dikenakan biaya Rp. 2000 per orang dan untuk transport sewa perahu sebesar Rap. 60 000 untuk kapasitas 10 orang.

Penginapan pun sudah cukup banyak berkisar 300rb keatas. biasanya sudah dpt 2 kmr. Disini jarang tersedia warung makan. Sebaiknya membawa bahan makanan karena banyak juga villa atau tempat penginapan yang sudah memiliki alat masak. Namun untuk berjaga - jaga lebih baik konfirmasi pada pihak penginapan akan tersedianya alat masak. Jika ragu, bisa membawa kompor portable juga.
Bagaimana mencapai tempat - tempat wisata Ujung Genteng?
Umum => Bus non Ac Jakarta-Bogor = Rp.15.000
Bus MGI Bogor-Surade = Rp.35.000
Angkot Surade-Ujung genteng = Rp. 4000
(saran saya jika ingin menuju Ujung Genteng dengan kendaraan umum, sebaiknya agak banyakan, min 10 orang agar bisa mencarter angkot supaya lebih murah buat keliling. Tarif sewa angkot biasanya Rap.200.000,-/12 jam udah plus supir dan bensin)
Kendaraan Pribadi =>bensin 300rb PP untuk rute Jakarta-Ujung genteng
(sudah di tes pada 3 kendaraan Toyota Kijang )
Travel Agency (nah ini tergantung kebiijakan masing – masing travel. Setahu saya berkisar antara 450-700 ribu per orang.)
Waktu kunjung terbaik Juni-September
Selamat Liburan,,

Sekolah Rakyat dan Egoisme Positif

5 Februari 2010


(si cangkir Penyemangat)

Terletak di kaki gunung geulis, Jatiroke, Jatinagor, tempat ini (SR) bentuknya seperti ruang kelas dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Sederhana namun cukup nyaman. Selalu, saat saya menjejakkan kaki ke sekolah mungil ini, saya kembali merasakan aura semangat murni. Para wajah lucu yang polos dan malu- malu menatap saya. Waktu itu, Ketika saya tahu klo LPPMD Unpad menjadikan SR sebagai salah satu prokernya, saya sangat antusias sekali. Menurut saya hal ini yang paling realistis dari implementasi isu tahunan LPPMD waktu itu, “pendidikan yang terbuka, partisipatif dan mudah diakses” untuk masyarakat. Kami pun akhirnya membuat suatu program pengajaran yang mengajarkan soft skill lewat 4 kelas tiap minggunya, Public speaking, menulis, iptek, dan bebas.

Sekolah rakyat (SR) merupakan sekolah informal yang hanya memilki satu kelas kecil dan belum ada apa – apanya jika dibandingkan tempat – tempat semacamnya. SR minim fasilitas, pengajar, dan juga materi pengajaran. Tapi, SR ada. SR tetap hidup dan bertahan dari kendala – kendala yang ada. Semangat anak – anak itu yang mebuat SR ini tetap bernafas. Anak – anak kampung yang ingin belajar. Semangat murni yang di dalamnya terdapat berbagai harapan. Walau terkadang bosan dan lelah melanda, toh mereka selalu datang dan ada untuk mendengarkan kami, kakak – kakak pengajar yang berusaha membagi ilmu yang juga masih minim.

Untuk saya sendiri SR adalah suatu cangkir semangat, karena ketika saya menyentuhnya, cangkir yang berisi semangat itu akan langsung luber, lalu membanjiri jari – jari tangan saya yang kemudian menjalar ke seluruh tubuh. Dan itu yang membuat saya merasa benar – benar hidup. Senang rasanya ketika merasa kalau diri kita bisa berguna untuk orang lain. walaupun dalam konteks yang sangat sederhana sekali yaitu mengajar. Terharu saya rasakan ketika melihat kemajuan dari masing – masing anak, walaupun hanya secuil, tapi itu sangat berarti sekali bagi saya. Itu seperti kejutan – kejutan kecil yang manis yang akan menambah semangat saya.

Terkadang mereka, anak - anak itu seperti petasan cabe rawit yang berisik, cerewet dan banyak nuntut. Tapi kadang mereka juga sangat manis dan penurut. Sangat khas anak – anak sekali. Dari situ saya pun belajar bahwa kesabaran adalah kunci yang harus dipegang oleh tiap pengajar. Begitu banyak kisah lucu dan haru saya lalui bersama mereka. Dari mereka yang awalnya malu – malu sampai mereka yang sekarang sering membuat saya malu (haha), kemajuan -kemajuan mereka yang membuat saya haru, kisah permusuhan gank wulan dan gank nadia yang berakhir damai, kisah agresi dari “gank selepetan-bamboo-peluru-kertas” yang pada akhirnya mereka pun bergabung menjadi anak – anak SR, games-games aneh, main benteng, main bola, buat drama, baca puisi, bikin PR, ah,, banyak sekali hal yang sudah saya lewati bersama mereka. Semoga saja regenerasi di LPPMD terus concern ke program ini, karena hal ini merupakan wujud dari pengabdian kepada masyarakat dan pendidikan yang sangat realistis menurut saya.

Satu hal yang saya amini , ketika seseorang memberikan suatu energi yang baik ke lingkungannya, energi baik itu tidak akan pernah hilang, mereka akan kembali ke tubuh orang itu dengan cara yang lain. semangat dan kepuasan batin yang saya rasakan. apalagi yang lebih baik dari itu. Kita bisa mementingkan diri sendiri dengan mementingkan orang lain terlebih dahulu. Karena dengan itu kita akan merasakan sesuatu yang baik untuk diri kita sendiri. Saya menyebutnya Egoisme yang positif. Hal- hal yang kita berikan itu tidak akan hilang, mereka akan datang kembali lewat bentuk yang unik dan cara – cara yang tidak akan kita duga. Dan pastinya egoisme positif itu menyenangkan.

Penyu Hijau di Pangumbahan - Ujung Genteng, Sukabumi




Penangkaran penyu hijau di pantai pangumbahan sekarang ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang cukup populer di wilayah ujung genteng, Sukabumi. Tempat penangkaran ini sebetulnya dibentuk sebagai tempat untuk mengumpulkan telur – telur penyu yang ditinggalkan oleh induknya dibenaman pasir. Setelah melahirkan, Induk penyu tersebut akan menutup telur – telur mereka dengan pasir, lalu kemudian induk penyu tersebut segera kembali lagi ke laut.

Dulu tempat pengumpulan telur penyu ini milik swasta. Mereka melakukan aktivitas jual beli telur penyu karena diyakini telur – telur penyu ini memiliki rasa yang sangat enak, unik, dan pastinya laku keras di pasar asia. Semenjak itu populasi penyu hijau pun menurun drastis. Ketika pemerintah menyadari akan populasi penyu hijau di Indonesia yang semakin sedikit, Departemen Perikanan & Kelautan pun turun tangan untuk menasionalisasikan tempat penyu ini dan menjadikan tempat ini sebagai penangkaran dan konservasi penyu hijau. Hal tersebut dilakukan guna menjaga populasi penyu hijau yang berumur rata-rata 100 tahun dari kepunahan.

Kini, tempat penangkaran penyu ini resmi dibuka untuk umum. Tempat penangkaran penyu ini sendiri sekarang bisa dicapai dengan mobil dan disediakan tempat parkir pula. Terlihat sekali perbaikan yang dilakukan, karena dulu tempat ini hanya bisa dicapai oleh kendaraan beroda dua saja. Untuk masuk ke tempat ini pun tidak dipungut biaya. Namun, jika ingin melihat penyu hijau yang sedang bertelur dan hanya akan terlihat pada malam hari, pengunjung akan dikenakan biaya Rp. 5000 per orang (2009). Biaya tersebut juga merupakan salah satu pemasukan tambahan selain gaji tetap bagi para pegawai. Maklum saja, menurut salah satu penjaga penangkaran penyu, mereka rata – rata digaji hanya sebesar Rp. 500 ribu per bulan. Walaupun mereka dipekerjakan di bawah naungan Departemen perikanan dan kelautan, namun mereka ternyata belum bisa mendapatkan tunjangan hidup yang terbilang baik.

Disini juga terdapat beberapa guide yang merupakan penduduk asli Ujung genteng. Mereka merupakan tenaga lepas dan hanya mendapatkan penghasilan dari tiket masuk itu tadi. Para guide tersebut yang akan mengantarkan kita untuk melihat penyu saat bertelur. Beberapa dari mereka juga ada yang memilki tugas untuk berjaga di beberapa spot pantai untuk menunggu penyu naik ke pantai. Jika sudah ada penyu yang naik ke pantai dan menggali lubang pasir untuk bertelur, mereka akan mengirmkan pesan lewat Handy-talkie ke pusat informasi. Kemudian, pusat informasi akan menghubungi guide yang telah siap dengan kelompok pengunjungnya untuk menuju ke tempat penyu hijau yang sedang bertelur tadi.

Pusat Informasi ini juga merangkap sebagai tempat pendaftaran para pengunjung yang ingin melihat penyu. Di tempat ini pun kita juga bisa melihat dan berfoto bersama bayi penyu atau biasa disebut tukik. Makanan untuk tukik ini adalah ganggang atau alga hijau yang dapat dengan mudah ditemukan di wilayah pesisir ini. Tukik tersebut rata – rata berusia 2 minggu untuk siap dilepas kembali ke pantai. Di penangkaran penyu ini juga terdapat momen pelepasan tukik dimana para pengunjung dipersilahkan untuk melepas tukik ke pantai. Kegiatan ini berlangsung setiap sore, biasanya sekitar pukul 5 sore. Jika ingin melihat momen penyu bertelur, pendaftaran pengunjung dimulai dari jam 7 malam. Enjoy it!

Malaikat Perak

Dia malaikat perak yang memiliki asa ketika sesuatu bersemayam dalam tubuhnya
Aku si parasit yang selama sembilan bulan bersemayam dalam tubuhnya

Dia malaikat perak yang memiliki kesabaran ketika beban ditubuhnya bertambah karena sesuatu yang tiap detik bernafas bersamanya
Aku si Parasit yang bernafas melalui udara yang ia hirup

Dia malaikat perak yang memiliki kekuatan tak tertahankan ketika berjuang agar sesuatu yang menjadi parasit kesayangannya dapat merasakan dunia bersamanya
Aku si parasit yang memiliki kewajiban penuh untuk mewujudkan asa inangku

Dia malaikat perak yang dengan segala pertahanannya menjaga agar raga dan jiwa si parasit tetap terlindungi

Hingga akhirnya tiga tahun sebelum tahun perak, aku si parasit, hidup dengan kasih sayang yang sempurna.

Tak pernah bisa dibayangkan segala pengorbanan mulianya yang telah membuat Tuhan menjadikan dirinya sebagai pusat surga dalam jejaknya.
Dialah malaikat perakku.

To My beloved mom. Happy New Year, I Love You with all of my heart. Thank you so much for everything you did to me. It was so wonderful. If there is an another beauties word in the world to show how much I love you,, that words never enough to present your language of love.

Sang Pendoa & Tukang Kayu

(20 Desember 2009. haha,, nyoba2 bikin puisi mengisi waktu lengang di hari minggu yg sepi,, backsound : berhenti berharap SO7. sok sendu sendu gt,, haha,, enjoy,,)


Alunan ombak pilu akhirnya melepaskan sayap ametis
Ametis itu pun hilang dari penglihatan sang pendoa
Tukang kayu menghanyutkan sampan elektron yang bermuatan asa
Bening suci tidak mengalir
Hanya senyum getir menyetubuhi tukang kayu yang sejiwa dengan sang pendoa

Dulu tukang kayu dan sang pendoa membuat sampan elektron untuk merebut jiwa ametis
Kini sia sia yang menjadi jawaban untuk mengerti bahasa perasaan
Ametis hanya terlalu muda untuk mengerti pertanda yang sempat disampaikan

Bulir basah pergi dari nirwana untuk mengobati cawan suci
Tukang kayu merelakan sampan elektron yang tidak pernah dibayar oleh pemiliknya
Sang pendoa mengikhlaskan sayap ametis yang tidak pernah dimilikinya
Bintang ke sembilan pun meredup

Tukang kayu memejamkan mata hatinya
Sang Pendoa menggetarkan bibirnya
Alunan syahdu penuh rasi bintang mengalir bersama udara menuju sang Tuhan
Tukang kayu dan sang pendoa menerima kutukan alam ametis yang belum sempat dipertanyakan
Karena sampan elektron yang telah dibuat tidak akan pernah sampai ke tuannya

Seleksi CPNS, Gerbang Awal Tindak Korupsi




Indonesia, negara kepulauan yang berhasil menempati peringkat pertama untuk negara paling korup di Asia versi Political and Economic Risk Consultancy (PERC) pada April 2009 . Predikat yang sangat memalukan untuk negara ini dalam kancah pergaulan internasional. Korupsi di negara ini berkembang secara sistemik, terlebih dalam institusi negeri. Hal tersebut membuat instansi pemerintahan/negeri menjadi sorotan yang sangat menarik dalam meneliti pergerakan korupsi. Salah satunya adalah tindak penyuapan pada proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Penerimaan CPNS yang merupakan gerbang utama untuk menjadi abdi negara ternyata sering dijadikan lahan bisnis bagi oknum pejabat korup yang mengawasi proses penerimaan CPNS. Posisi PNS yang aman merupakan jaminan hidup yang cukup baik. Sehingga banyak orang yang mengincar posisi PNS tersebut. Jumlah pelamar yang membludak tidak seimbang dengan lowongan yang tersedia. Maka ketika ada pelamar yang tidak lolos tes, mereka lalu menanyakan tentang ‘jalan belakang’ agar bisa diterima menjadi PNS. Oknum pejabat korup yang bermoral busuk dan berorientasi uang haram pun mematok harga masuk. Lalu terjadilah kesepakatan. Ironisnya, hal tersebut membuat mereka yang tidak lolos tes resmi namun bisa menjadi PNS, akan berusaha mencari pemasukan lain untuk membayar ‘modal’ mereka. Hal tersebut dapat membuka pintu untuk melakukan tindak korupsi di sisi instansi pemerintah yang lebih besar.

Sudah menjadi rahasia umum praktik suap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) membumi dan dengan rapihnya hal tersebut disimpan, sampai saat ini isu kasus suap tersebut banyak yang belum dapat dibuktikan. Namun, dengan terbitnya fatwa haram terhadap praktik penyuapan dalam proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2009 oleh Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah pada tanggal 16 November 2009 lalu, memperlihatkan indikasi penyuapan tersebut nyata terjadi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun juga ikut mencium aroma busuk korupsi di penerimaan CPNS ini. "Ya, KPK akan melakukan pencegahan adanya suap menyuap pada penerimaan CPNS, sistemnya sudah berjalan. Pencegahan yang kami lakukan antara lain dengan cara pembenahan sistem rekruitmen menjadi transparan, objektif, dan akuntabel. Kami sudah wanti-wanti jangan sampai ada suap menyuap," kata Wakil Ketua KPK bidang pencegahan, Muhammad Jasin, sebagaimana dilansir JPNN (Jumat, 9/10).

Lalu bagaimana cara untuk mengatasi kemungkinan tindak penyuapan CPNS? Selain pemantauan lewat jalur resmi yang dilakukan oleh KPK dengan pembenahan system rekruitmen yang transparan, objektif dan akuntabel, pemerintah yang dibantu masyarakat juga sebaiknya mengadakan suatu kegiatan yang bersifat psikologis , agamis dan mendidik dalam melakukan pemberantasan korupsi. Misalnya dengan memberikan sosialisasi gerakan anti korupsi ke institusi pendidikan, institusi pemerintah, dan ruang –ruang publik secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mengubah sikap siswa didik, pegawai pemerintah, dan masyarakat luas agar memiliki sikap negatif terhadap korupsi. Untuk sisi Psikologis, proses perubahan sikap ini bisa dilakukan dengan menginformasikan secara kontinyu dampak negatif dari korupsi secara luas berdasarkan data yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Dari sisi agamis, memberikan siraman rohani akan haramnya perilaku korupsi. Dari segi pendidikan, pemberian pengetahuan yang memadai akan dampak korupsi yang sangat buruk bagi keberlangsungan hidup suatu bangsa serta memberikan informasi tentang konsekuensi hukuman yang jelas dan tegas bagi para pelaku korupsi.
Tindakan – tindakan tersebut jika dilakukan secara berkala dan teratur dapat menimbulkan disonansi kognitif pada individu, dimana pikiran individu tentang enaknya hasil korupsi akan menjadi bertentangan dengan pikiran akan dampak korupsi yang buruk terhadap orang banyak.

Poin selanjutnya dalam mencegah korupsi untuk masalah CPNS ini adalah perbaikan dari segi tunjangan hidup bagi para pegawai pemerintah. Jika kebutuhan mereka tercukupi, maka niat untuk melakukan korupsi pun dapat tereduksi. Hal tersebut tentu saja harus realistis dan juga harus diimbangi dengan loyalitas dan kedisiplinan dari pegawai pemerintah. Hal yang perlu dilakukan untuk mengawasi tindak penyuapan dan korupsi adalah dengan melakukan audit keuangan secara berkala terhadap institusi pemerintah serta laporan kekayaan secara berkala dari pejabat yang berwenang yang berhubungan dengan penyelenggaraan CPNS tersebut. Terakhir adalah tindakan tegas bagi yang melakukan tindak pidana penyuapan dan Korupsi agar masyarakat dan pegawai pemerintahan berpikir ulang untuk melakukan hal tersebut.

Dengan Apa

(ini salah satu puisi yg di tag in temen gw di FB,, asli buatan dia. namanya Nuris. S. nama FB nya Ini aku nuris (gw promosiin lw tuh ndud,, haha). pertama gw baca puisi ini serasa ad yg nancep di hati,, (lebay). pas gw baca sekali lg, nambah kesan sedih n menyerah,, ah,, cinta,, deritanya tiada akhir,, *pat kay mode : on* haha,,)

Harus dengan apa aku berkata cinta
jika dahak legam yang ku riakkan
tak mampu menyairmu dengan lendir haru

Harus dengan apa aku berucap cinta
jika cukung darah yang ku alirkan
tak mampu mengusikmu dengan raungan keluh

Harus dengan apa aku berujar cinta
jika atom yang ku leburkan
tak mampu menyentilmu dengan peluru sendu

karna yang ku tahu jika ku mengungkap cinta
dua tiga rauk mencakar cadet lusuhmu
yang ubahkan tetiron lembut berkilauan
sebab terjemahan hadrah naluri tak ungkap dengan tubuh

Ketika Sapi & Quera Memperbincangkan Tuhan

( Selasa, 8 Desember 2009)

Perbincangan ini bermula dari status Quera (baca: Kera) di Facebook yang menyita perhatian Sapi. Si Sapi yang lagi ribet browsing tentang Gohar Shahi dan agama tuhan tergerak untuk sok – sok bersikap kritis dengan menanyakan pertanyaan pancingan di status Quera. Percakapan dua makhluk yang mencoba mencari arti akan keberadaan tuhan dan tentunya dengan subjektivitas mereka masing - masing. Mereka berusaha untuk keluar dari kebingungan dan ketidakmengertian akan percakapan mereka sendiri. Berikut Percakapan mereka yang cukup aneh. Enjoy it!

Status Facebook :
Quera=> tak ada satu tempatpun di mana Tuhan tak dapat melihatku

Comment - comment an pun dimulai..

Sapi
adil gak? hehe,,


Quera
sangat adil menurutku, karena Dia berhak atas itu. emang kenapa sap? any argument?


Sapi
terlalu bnyak konspirasi di otak gw,, mencoba mempertanyakan semuanya,, yg jawabannya pun blm tersedia bagi otak manusia,,mungkin ketika manusia sudah bisa melihat tuhannya,, maka dengan sendirinya akan terjawab pertanyaan itu.


Quera
ehmmm, kurasa kita tak perlu melihat tuhan, tapi kita cukup merasakannya, merasakan tuhan dalam bahasa cinta, it called takwa. adil jika tuhan selalu melihat kita karena kita bisa merasakan kehadirannya dimanapun kita berada. *ngaco yah sap?*


Sapi
enggak kok,, itu pendapat masing - masing,, tapi mungkin gw yg terlalu berlebihan,, mempertanyakan semuanya,,
seperti kebenaran, keadilan juga relatif jika diartikan lewat pikiran,, namun, disitulah hati bekerja untuk membuat semuanya lebih bermakna. dan makna yg diyakini tiap manusia pun bs juga berbeda,, *makin bingung*


Quera
setuju, aku pernah membahas tentang adil, adil itu sangat sangat relatif, tergantung dari sudut mana kita merasakan, adil buatmu, belum tentu adil buatku, begitupun sebaliknya.
sangat wajar bila kamu terus bertanya, bertanya kan gak dosa sap, hehehe. karena terkadang kita lupa, ada satu tempat yang sangat jarang dikunjungi manusia. tempat ini bernama hati. alias qalbu. mungkin jika tuhan ingin bersembunyi dari umat manusia yang tak henti-hentinya memohon bantuan-Nya, Ia akan sering bersembunyi di dalam hati. *maikn ngaco*


Sapi
ahiiyy,, saya suka obrolan ini,,,

hemm,, menurut gw, sepertinya itu bukan tempat untuk sembunyi,, mgkn lebih tepat kalo tuhan menghampiri umatnya lewat hati yg terkadang dilupakan itu,,,, Dia bersuara lewat hati makhluknya,,

sayangnya manusia kdg tidak mendengar atau pura2 tidak mndengar suara tuhan itu,,, dan sering kali terkecoh dengan suara dari tempat lain dan mengartikan itu suara tuhan sehingga terkadang membuat dirinya tersesat,,.

heuu,, karena itu gw mempertanyakan keadilan untuk mengetahui tempatNya, agar tak terhindar dari kesesatan itu,, *tmbah makin bingung sangat*


Quera
betul. seandainya kita tau perjalanan yang paling melelahkan dan yang paling panjang adalah perjalanan masuk ke dalam diri kita sendiri, perjalanan menyusuri hati. perjalanan ini lebih jauh dari pada perjalanan antar benua di dunia tetapi malah kadang kita sangat susah untuk mencoba menengok ke dalam hati kita -tempat dimana tuhan bersembunyi-, atau seperti yang kamu bilang, pura-pura tak mendengar. dan yang lebih parahnya kita gak pernah sadar kedekatan-Nya. kalo boleh aku mengutip sebuah analogi, ada cerita tentang ikan yang sedang mencari samudera. ikan ini bertanya kepada temannya "kamu lebih senior dari saya karena itu saya ingin bertanya dimanakah saya dapat menemukan samudera? saya sudah mencarinya kemana-mana, tapi sia-sia saja!"

temannya menjawab, "samudera adalah tempat kamu berenang sekarang ini, tapi si ikan sotoy ini malah bilang "ini cuma air saja! yang kucari adalah samudera" karena kecewa dengan jawaban temannya, kemudian ikan sotoy ini terus mencari samudera di tempat lain.

kalo bisa ditarik kesimpulan dari cerita di atas, tuhan gak perlu kita cari, karena Ia bahkan lebih dekat daripada urat leher kita sendiri....

tengoklah hati kita lebih dekat, tuhan tak pernah kemana-mana, Dia selalu ada disana.


Sapi
weheyyy,, mantap gan,, hemm,,

tapi sekali lagi aku mw meralat ucapanmu, tuhan tidak pernah sembunyi,, seperti katamu' tak ada satu tempat pun dimana tuhan tak dapat melihatku'., kita yang mencoba terus mencarinya,, menelusuri dengan alam pikiran maupun pengetahuan,, padahal dia nyata ada, sangat dekat, dan kita mungkin diciptakan hanya untuk merasakan-Nya,, karena kita belum mampu untuk melihat dengan mata telanjang, terlalu sombong sebagai mkhluk ciptaanya untuk menginginkan hal itu. kesetaraan dengan tuhan.

tapi, manusia masih punya mata hati untuk mengartikan dan merasakan sesuatu yang tidak bisa diartikan oleh mata telanjang,,
karena untuk apa bisa melihat kalau tidak bisa merasakan,, karena rasa meresap ke nurani dan hal tersebut yang membuat kita benar2 merasa hidup.


Quera
oke itu hanya ibarat perumpamaan, seandainya saja tuhan ingin bersembunyi, mungkin tempatnya adalah hati, tapi Ia tau, itu tak mungkin dilakukannya.

well, kuterima ralat darimu, hehehe. makasih ya syg.

two thumbs up for your argument, darla....

mungkin jika masih ada orang yang berkata tuhan itu tak ada, karena ia tak dapat dilihat seperti tuhan-tuhan lainnya, cukup tampar wajah orang itu dengan keras, lalu tanyakan padanya "apa kau merasakan sakit?" jika orang itu bilang iya, maka tanyakan kembali "perlihatkan padaku dengan kasat mata dimana kau bisa melihat kesakitan itu?"

jika ia bilang "tak dapat dilihat, hanya dapat dirasakan sakitnya"

jawablah kembali "itulah jawaban atas pertanyaanmu tentang keberadaan tuhan"


Oke. Gmn? Cukup bingung? Bagus klo anda bingung,, karena itu menandakan anda berpikir. Dan dengan berpikir berarti anda hidup. Seperti kata Descartes, Cognito Ergo Sum. Hemm,, tp seimbangkan pemikiran anda dengan hati, karena hati akan membuat pemikiran anda menjadi lebih bermakna dengan sisi humanis yang merupakan kodrat manusia. Karena hal tersebut yang akan membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya. Keep spirit for ur life,

Melihat Pendidikan Sekali Lagi

(senin, 7 Desember 2009)

Persoalan tentang masalah pendidikan memang tak akan pernah habis untuk dibahas. Persoalan tersebut akan terus menerus bernafas bersama manusia – manusia yang juga masih mendambakan akan pendidikan yang ideal.

Pendidikan sendiri dalam bahasa Yunani berasal dari kata padegogik yang memiliki arti ilmu menuntun anak. Orang romawi mengartikan pendidikan sebagai educare, yakni mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan potensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Erziehung dalam bahasa Jerman, mengartikan bahwa pendidikan setara dengan educare, yakni membangkitkan kekuatan terpendam atau mengaktifkan kekuatan atau potensi anak. Di negara ini, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan yang berasal dari kata didik (mendidik) adalah memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pengertian pendidikan secara kesuluruhan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.

Disini kita bisa melihat, dari pengertian tentang pendidikan di beberapa bahasa di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah proses memberikan suatu ajaran atau latihan dengan membangkitkan potensi anak agar mampu menjadi manusia dewasa yang memiliki akhlak dan cara berpikir yang baik ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pendidikan menjadi sesuatu yang mulia untuk perkembangan hidup dan peradaban manusia. Idealnya sebuah pendidikan seharusnya dapat disentuh serta dirasakan oleh seluruh manusia sejak mereka lahir ke dunia. Karena secara harfiah, pendidikan merupakan sesuatu yang baik jika dilaksanakan dengan benar.

Jalan Berlubang bagi Pendidikan Indonesia

Di Indonesia, persoalan - persoalan mengenai pendidikan terus tumbuh. Sistem pendidikan yang sering berubah memperlihatkan ketidakkonsistenan pemerintah dalam menyoal pendidikan. Selanjutnya, terintegrasi dengan kemiskinan, pendidikan menjadi sulit diakses oleh masyarakat lemah rupiah. Belum lagi jika membicarakan persoalan fasilitas sekolah dan tenaga pengajar. Hal tersebut menjadikan proses pendidikan di Indonesia khususnya sekolah – sekolah negeri masih sangat jauh dari kata standar. Apalagi di daerah terpencil, menyedihkan.

Permasalahan tidak hanya sampai disitu, kontroversi masalah UN yang terjadi setiap tahun pun ikut menambah dinamika pendidikan Indonesia. selain itu, masalah privatisasi pendidikan yang merupakan ekor dari peresmian UU BHP menjadikan pendidikan yang semula bertujuan baik dan mulia, kini menjadi komoditas bagi tangan – tangan kapitalis dalam mengeruk keuntungan.

Pemerintah yang sering mendapatkan gugatan juga terkesan lamban dan tidak serius dalam menghadapi permasalahan pendidikan. Padahal permasalahan pendidikan sangat nyata dan urgent. Kemerdekaan selama 64 tahun sepertinya menguap begitu saja ketika dihadapkan pada persoalan ini. Ya, kita masih jauh dari merdeka jika membicarakan pendidikan. Lagi – lagi PR yang menumpuk bagi pemerintahan baru SBY, KIB jilid 2, semoga mereka lebih serius dalam memikirkan solusi yang strategis dan manusiawi dalam mengeluarkan kebijakan – kebijakan mengenai permasalahan pendidikan di Indonesia.

Masyarakat pun juga harus ikut berpartisipasi dalam menyumbangkan ide dan gagasan untuk pendidikan. Hal tersebut, bisa dilakukan lewat diskusi dan forum – forum yang membahas tentang permasalahan pendidikan. Tidak sampai di situ saja. Kita juga bisa mengajukan usulan – usulan konkrit serta solusi untuk masalah pendidikan ke komisi IX DPR ataupun bersuara lewat media, toh katanya kan negara ini demokratis. Jadi tidak perlu ragu untuk ikut berpartisipasi mengonsep pendidikan yang baik untuk Indonesia. Jangan hanya sekedar aksi lewat demo saja.

Serpihan kaca

Masalah mulai menjadi sesuatu seperti serpihan kaca yang tak terlihat. Serpihan kaca itu nyata ada, siap untuk menggores kulit. Serpihan itu begitu kecil dan banyak. Tersebar di beberapa titik di sepajang jalan setapak yang berkontur turun naik.

Kemarin salah satu serpihan kaca itu menggores kulitnya. Sakit. Dia menangis. Sedih, namun lebih cenderung kecewa karena serpihan kaca itu sebenarnya dapat ia singkirkan. Namun, semua telah terjadi. Dia pun berusaha mengobati luka akibat serpihan kaca yang menggores kulitnya. Sulit. Karena serpihan itu melukai indra perasanya. Ia mencoba dengan meniup luka itu. Luka itu malah melebar. Rasa nyeri menggerayangi. Lebih sakit. Lebih sedih. Karena ia sangat menyayangi kulit itu. Indra perasanya. Karena dengan kulit itu ia bisa merasakan sentuhan kasih sayang. Yang kemudian meresap ke nurani. Namun kali ini, ia menyayangi kulit itu dengan sedih. Dia sangat berharap luka goresan itu akan segera kering dan sembuh. Namun ia sadar itu butuh waktu. Tapi dalam hati ia berucap janji untuk membuat luka itu sembuh secepatnya. Mungkin jika telah sembuh luka itu akan membekas, ia tahu. Tapi, ia akan membuat bekas luka itu menjadi tidak begitu berarti dan hanya sekedar menjadi pengingat untuk kulit dan dirinya untuk lebih hati – hati dalam melintasi serpihan kaca yang lain.

Elegi Akan Hak Anak




(Rabu, 18 November 2009)

Anak. Merupakan individu yang belum matang baik secara fisik, mental maupun sosial. Menurut Konvensi Hak Anak Internasional, batasan umur seorang individu masih bisa dikatakan sebagai anak adalah ketika umur mereka kurang dari 18 tahun. Namun hal tersebut dapat berbeda, tergantung ketentuan masing – masing negara. Di Indonesia sendiri, menurut UU Kesejahteraan Anak pasal 1 ayat 2 mengatakan bahwa, anak adalah seseorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun dan belum pernah kawin. Persoalan mengenai anak, hak – hak mereka sebagai makhluk yang masih butuh pertolongan manusia dewasa untuk menjadi individu mandiri, sepertinya tidak akan pernah putus membayangi sejarah dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Masalah mengenai anak yang katanya generasi penerus bangsa, seakan terus menjadi PR yang tak pernah selesai. Selalu saja ada laporan tentang kekerasan terhadap anak, baik kekerasan fisik, psikis, dan seksual. Hal tersebut sampai sekarang masih menjadi fakta yang nyata dan tidak dapat tersembunyikan lagi.

Ketika masalah pendidikan anak mencoba untuk diatasi dengan sekolah gratis, beasiswa untuk anak tidak mampu dan dana bos, hal itu sepertinya tidak akan pernah cukup untuk membuat anak indonesia tersenyum dan mempunyai mimpi untuk diwujudkan. Pendidikan memang penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama anak bangsa yang merupakan aset utama suatu negara karena mereka yang nantinya akan menjalani roda kehidupan negara ini. Namun, ketenangan jiwa pada anak lewat perilaku yang positif dari lingkungan juga memberikan andil dalam perkembangan moral dan psikologis anak. Terkait dengan hal tersebut, kita masih dihadapkan dengan lingkungan yang nyata – nyata menyedihkan untuk individu yang masih rapuh ini. Menurut Komisi Perlindungan Anak, sampai tahun 2008 masalah mengenai perdagangan anak, eksploitasi seksual anak, komersialisasi anak, bentuk-bentuk pekerjaan yang berbahaya bagi anak, anak-anak korban napza dan psikotropika, serta tayangan yang bersifat pornografi, mistik, dan kekerasan secara vulgar untuk anak masih sering terjadi.

Ironisnya, ketika Indonesia yang sudah memiliki Undang – Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dan menyatakan dengan jelas apa – apa saja hak dan kewajiban anak, ternyata belum mampu mengatasi masalah yang kerap dialami anak bangsanya sendiri. Sepertinya UU Perlindungan anak belum bisa melindungi objek dari UU itu sendiri.

Lalu apa saja sebenarnya isi dari UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002? Secara garis besar UU tersebut menyatakan bahwa :

•Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

•Anak berhak atas suatu nama sebagai identitas diri dan status kewarganegaraan.

•Setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya, dalam bimbingan orang tua.

•Setiap anak berhak untuk mengetahui orang tuanya, dibesarkan, dan diasuh oleh orang tuanya sendiri.

•Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

•Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, sedangkan bagi anak yang memiliki keunggulan juga berhak mendapatkan pendidikan khusus.

•Setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya, menerima, mencari, dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan.

•Setiap anak berhak untuk beristirahat dan memanfaatkan waktu luang, bergaul dengan anak yang sebaya, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai dengan minat, bakat, dan tingkat kecerdasannya demi pengembangan diri.

•Setiap anak yang menyandang cacat berhak memperoleh rehabilitasi, bantuan sosial, dan pemeliharaan taraf kesejahteraan sosial.

•Anak wajib dilindungi dari diskriminasi, eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual, penelantaran, kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan.

•Setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali jika ada alasan dan/atau aturan hukum yang sah menunjukkan bahwa pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir.

•Setiap anak berhak untuk memperoleh perlindungan dari, penyalahgunaan dalam kegiatan politik, pelibatan dalam sengketa bersenjata, pelibatan dalam kerusuhan social, pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan, dan pelibatan dalam peperangan.

Cukup jelas peraturan perundang – undangan tersebut, namun sepertinya masih ada saja masyarakat dewasa yang mungkin khilaf, lupa ataupun dengan sengaja mengkhianati UU tersebut. Padahal seruan tentang perlindungan anak seperti “Gerakan Nasional Hentikan Kekerasan Terhadap Anak” membubung tinggi di wilayah NKRI ini. Ditambah lagi dengan pengakuan Indonesia terhadap Konvensi Hak Anak Internasional melalui Keppres No.36 tahun 1990 tertanggal 25 Agustus 1990.

Hampir 19 tahun KHAI yang berisi perjanjian yang mengikat secara yuridis dan politis di antara berbagai negara yang mengatur hal-hal yang berhubungan dengan hak anak ini dibentuk. Hasil dari Konvensi ini pun juga cukup jelas, diantaranya :

•Non diskriminasi, semua hak yang diakui dan terkandung dalam KHAI harus diberlakukan kepada setiap anak tanpa perbedan apapun

•Kepentingan terbaik bagi anak, dalam setiap tindakan yang menyangkut anak, kepentingan yang terbaik bagi anak harus menjadi pertimbangan utama

•Kelangsungan Hidup dan Perkembangan Anak, hak hidup yang melekat pada diri setiap anak harus diakui dan perkembangannya harus dijamin

•Penghargaan Terhadap Pendapat Anak, pendapat anak, terutama jika menyangkut hal-hal yang mempengaruhi kehidupannya, perlu diperhatikan dalam setiap pengambilan keputusan.


Setelah melihat beberapa aturan mengenai hak anak, ternyata sangat banyak sekali hal – hal yang menyangkut hak anak yang belum dipahami bangsa ini. Sebagai manusia yang bisa berpikir lebih rasional seharusnya masyarakat yang termasuk golongan dewasa menyadari akan hal – hal yang dapat memperburuk keberlanjutan regenerasi suatu bangsa. Sekali lagi, anak merupakan tunas kehidupan yang nantinya akan tumbuh dan melanjutkan perjuangan manusia sebelumnya. Mereka sangat butuh arahan, pendidikan, kasih sayang, perlindungan dari segala macam hal negatif, serta rasa aman.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang memikirkan nasib anak bangsanya, karena anak - anak merupakan tolak ukur dari kemajuan suatu bangsa nantinya. Mereka yang akan membuat bangsa ini tumbuh maju atau malah hancur. Dan semoga sisi manusiawi dari masayarakat Indonesia masih ada dengan melakukan hal manis di lingkungan yang paling terdekatnya. Mengasihi anak - anak, terutama yang kurang beruntung. Karena mereka merupakan individu yang belum matang dari berbagai segi, sehingga anak lebih beresiko terhadap tindak kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan lain-lain. Dan jauh dari semua itu sesungguhnya mereka juga memilki hak yang sama di atas dunia.

Senandung Taman Bawah Laut



(Sabtu, 14 November 2009)

Aku suka Laut. Mereka seperti sebuah dunia dari dimensi lain yang memiliki aroma kebebasan. Air yang menjadi udara di dunia itu membuat aku terapung, bebas, seakan terbang dalam menyusuri keelokkan biota di dalamnya.

Untuk saat ini mungkin hanya lewat media snorkeling aku bisa menemukan diriku berkomunikasi nonverbal dengan dunia mermaid itu. Ketika aku mengepakan kaki katakku, membelah air sebening kristal yang berkilauan ketika matahari menciuminya, aku akan merasakan diriku melayang bersama alunan kehidupan rimba laut. Di kedalaman sekitar 3 meter, gerombolan ikan perak akan berenang mengeliliku, menari bersamaku dalam senandung dimana hanya mereka yang mengerti. Namun, aku mencoba membaca bahasa tubuh mereka yang unik, bahasa yang memperlihatkan kebersamaan dan konsistensi akan sesama jenisnya. Saling menjaga dari hal – hal yang mengancam hidup mereka. Dan berbagi kepuasan guna menghilangkan dahaga dan lapar. Begitu manis dalam koloni mereka.

Aku pun akan tersenyum tatkala melihat beberapa ikan cantik berkejaran dengan tanganku. Aku ingin sekali menyentuh mereka, tapi mereka lebih gesit dan sangat sadar akan bahaya yang mengancam dari tanganku. Aku tidak berniat untuk menangkap mereka. Aku hanya ingin menyentuh senandung itu. Merasakannya di ujung jariku. Agar aku dapat mengerti bahasa tubuh mereka. Bahasa kebebasan.

Lalu, saat mataku terpukau akan ragam bentuk alami terumbu karang yang cantik, yang memilki arsitektur alami khas marine dengan berbagai bentuk yang unik, aku pun terpanggil untuk mengusapkan jemariku lembut di permukannya. Usapan kekaguman akan lukisan tuhan yang tersembunyi di dalam elemen yang paling aku suka. Elemen ke dua setelah udara. Elemen yang kuamini sebagai sifatku. Aqua. Air.

Ya, itulah senandung kehidupan ditempat yang tidak bisa kukunjungi setiap hari. Senandung taman bawah laut yang menyimpan berjuta misteri. Walaupun ditempat itu juga meyakini akan adanya hukum rimba, namun kehidupan bawah laut akan selalu memiliki senandung kebebasan, kebebasan yang tak pernah putus. Karena kebebasan itu bersenandung bersama air yang menggenangi ibu bumi. Dan sekali lagi, tak akan pernah bosan aku mengatakannya. Aku selalu suka laut. Selalu.

Satu cerita di Tg. Lesung

(Sabtu, 14 November 2009)

Dari ke empat unsur yang ada di bumi ini, unsur air memang untukku. Apapun itu, laut, tanjung, pantai, laguna, curug ,sungai sampai danau dapat membuat auraku kembali tenang. Seperti minggu kemarin. Di saat tubuhku butuh akan penyegaran karena beberapa tugas di kampus yang sempat membuat hectic, akhirnya aku dan Hawa Seronok bisa merealisasikan salah satu kunjungan yang ada di list we-must-have-to-do-trip kami. Menyambangi pantai Tg. Lesung.

Tg lesung yang terletak di barat provinsi Banten memang terbilang masih sepi dibandingkan tetangganya, pantai anyer. Dinamakan Tg. Lesung karena memiliki lokasi berupa daratan yang menjorok ke laut, dan masyarakat setempat menganggap hal tersebut mirip dengan ujung lesung, alat tradisional penumbuk padi. Berikut lokasi Tg. Lesung.



Memasuki kawasan wisata pantai Tg.Lesung, kami disuguhkan jejeran pepohonan yang rindang dan jalan aspal yang sangat rapi. Sepertinya pengelola lokasi sangat merawat keindahan lokasi ini. Sebelumnya juga banyak sekali papan petunjuk jalan untuk para wisatawan yang ingin menuju ke Tg. Lesung, jadi jangan khawatir tersesat.
Karena sebelumnya salah satu dari teman kami pernah survei ke Tg. Lesung, maka dia dengan mantapnya mengarahkan mobil menuju Beach Club Tg. Lesung. Sebelum memasuki kawasan Beach Club tersebut, kami harus melawati pos penjaga dan dikenakan bea masuk sebesar Rp.7.000,-/orang. Oia, tujuan utama kami menyambangi pantai ini adalah menikmati taman laut dengan cara yang aman dan mudah a.k.a snorkeling, karena beberapa diantara kami ada yang belum bisa renang.



Setelah sampai di Beach Club, kami disambut oleh suasana pantai yang cukup sepi. Seperti pantai pribadi saja. Ada pula beberapa wisatawan domestik. Namun tetap saja tidak membuat spot pantai tersebut ramai. Semilir angin yang membawa wangi pesisir, lembut menerpa kulit yang tidak tertutupi bahan pakaian. Pasir yang lembut memanggil kaki – kaki untuk melepaskan alasnya agar dengan segera membelai butiran-butiran yang halus berwarna putih-krem nan eksotis..



Setelah sejenak menikmati alam pesisir yang rupawan dan menghentikan waktu sejenak lewat beberapa jepretan untuk sebuah kenangan, salah satu teman mengajak untuk snorkeling. Saat itu waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Cuaca tidak begitu panas. Dengan anggukan dan kata ‘oke’, kami mengiyakan usulan tersebut. kami pun langsung mendatangi bagian informasi yang juga merupakan tempat pemesanan untuk berbagai macam olah raga air di Tg Lesung.



Jeng jeng. Sesampainya di tepat penyewaan, kami agak siyok sedikit, ternyata harga permainan dan olah raga air disini tergolong mahal. Untuk snorkeling saja dikenakan biaya Rp.50.000,-/jam. Banana Boat Rp.75.000,-/orang/15 menit, Jet ski Rp. 200.000,-. huff,, Lumayan membuat dompet tipis. Disini pun belum ada mesin ATM ataupun pembayaran lewat kartu kredit, jadi kita tidak bisa membayar dengan pundi – pundi digital yang biasa kita lakukan di kota.

Oke, selanjutnya kami pun memilih bersnorkeling ria untuk permulaan. Persiapan kurang lebih 15 menit untuk membuat kami semua nyaman akan pipa snorkeling dan kaca muka bening, setelah itu seorang guide menemani kami menuju spot area untuk snorkeling dengan menaiki sebuah perahu karet berkapasitas 10 orang. Sesampainya di snorkeling area, kami pun di lepas bebas sampai satu jam ke depan. Sayang sekali aku tidak punya kamera tahan air. Taman bawah laut di Tg. Lesung benar – benar nyata indah, salah satu temanku ada yang menemukan clown fish, si nemo dalam film finding nemo. aku juga sempat melihat teman ayahnya nemo yang perempuan itu, lupa nama jenisnya. Terumbu karangnya pun masih sangat bagus. Rapih dan cantik. Intinya, tak pernah menyesal mencoba snorkeling disana. Tapi kurang lama. Satu jam itu ternyata sangat singkat.




Setelah selesai bermain air, kami pun membersihkan diri. Selanjutnya, kami pun makan siang, pop mie yang kami bawa dari rumah ternyata mampu mengganjal perut kami yang kosong. Itu pun setelah di tambah roti susu dan biscuit. Niat untuk makan di restaurant sudah kami urungkan sejak malam sebelumnya, karena teman kami yang sudah survey mengatakan bahwa harga makanan disana menakjubkan. Dan saat aku check. Waw,, nasi goreng dihargai Rp. 30.000,-/ porsi. Aje gile. So, kami pun sudah mempersiapkan perbekalan agar terhindar dari kebimbangan antara kelaparan atau dompet yang tiba-tiba mengidap anorexia.

Cuaca mulai memanas. Gerah. Angin sepertinya enggan untuk menari diantara kami. Waktu menunjukkan pukul 1 siang. Sengatan matahari cukup membuat kulit belang. Kami pun berniat pulang. Namun salah satu temanku mengatakan ada pantai lain di Tg. Lesung ini. Pantai bernama kalicaa. Dan dia berhasi membuat kami menganggukan kepala dan menyetujui untuk menyambangi pantai yang ia sebutkan tadi. Mumpung masih di Tg.Lesung.



Ternyata pantai kalicaa telah berubah nama menjadi The Bodur Beach. Hmm aku sendiri tak sempat bertanya kenapa nama pantai tersebut diganti. Yang pasti saat itu terik sekali sinar sang pusat tata surya. Membuat kami tidak ingin berlama – lama di tempat itu. Kurang dari setengah jam kami bertahan disana. Mungkin jika sengatan matari tak seganas itu, kami pasti mampu berjam – jam memandangi ke-seksian-an The Bodur Beach a.k.a Kalicaa. Lagi pula sang empunya mobil ada janji jam 4 di Serang. So, kami pun harus angkat kaki meninggalkan daerah pesisir yang berbentuk lesung itu. Oia, untuk masuk ke kawasan The Bodur beach juga dikenakan biaya. Rp. 6.000,-/orang. Yang pasti, kenangan akan Tg. Lesung akan selalu membuat Lesung manis di pipi kami ketika kami mengingatnya. ;-)